Even
Others
Pelatihan LFA - Merancang Program/Projek berbasis Logical Framework Approach. Bandung, Hotel Aston Tropicana. 8-10 Juni 2010

KENAPA PELATIHAN INI PENTING?
Kegagalan beberapa program program CSR khususnya yang berorientasi pada penumbuhan inisiatif masyarakat disebabkan oleh hal mendasar yakni perencanaan yang tidak memadai.
Kekurangan dalam perencanaan tercermin dalam sistem pemantauan yang tidak memadai. Lebih banyak menekankan pada fisik, sedikit yang menyangkut pada hal-hal kebijakan dan dampak dari proyek. Akibatnya, proyek sering berkembang ke arah yang tidak diinginkan dan tidak menanggapi kebutuhan penerima manfaat. Proyek dapat memberikan hasil negatif yang tak terduga. Semua hal tersebut dapat dihindari dengan perencanaan yang lebih sistematis.

Logical Framework Approach (LFA) adalah perangkat manajemen digunakan secara luas dalam pengembangan project Internasional untuk desain atau perencanaan, evaluasi dan monitoring, LFA juga dikenal luas sebagai Perencanaan Proyek  Berorientasi Tujuan  (Goal Oriented Project Planning /GOPP, Objectives Oriented Project Planning (OOPP). Logical Framework Approach (LFA) dikembangkan untuk mengatasi masalah di atas. LFA dikembangkan oleh Kelompok Kerja Metodologi NORAD. Secara luas telah digunakan di seluruh dunia sebagai salah satu alat utama manajemen proyek.  Ketrampilan LFA  akan sangat membantu pelaksanaan tugas transformasi sosial pada CSR/CD officer. Menjadikan  kegiatan perencanaan bersama stakeholder sebagai media diseminasi berpikir logis dan terencana pada masyarakat.

lebih jauh tentang LFA......

APA YANG MEMBUAT PELATIHAN INI BERBEDA?
Metodologi yang digunakan bersifat praktis dengan melakukan simulasi dan analisis kasus dari praktek implementasi di beberapa lokasi.
Difasilitasi oleh instruktur yang berpengalaman melakukan implementasi serupa dalam merancang program di beberapa lokasi perusahaan khususnya perusahaan berbasis sumber daya alam serta implementasi di berbagai daerah di Indonesia.
Diberikan perangkat system informasi (database berbasis internet) untuk perencanaan dan monitoring CSR berbasis kinerja secara gratis serta dukungan teknis implementasinya.

MATERI
Bagian  1: Pemahaman LFA 
•    Konsep dasar LFA
•    Analysis Stakeholder
•    Teknik Pemetaan masalah isu-isu strategis
•    Analisa strategi
•    Matrik rencana kerja, perumusan indicator kerja dan asumsi 
•    Perencananaan sumberdaya
Bagian 2: Simulasi  perangkat perencanaan proyek/program, monitoring dan evaluasi dengan fasilitas system informasi berbasis web
•    Perumusan strategi
•    Penyusunan team
•    Implementasi
•    Koordinasi kerja dan pelaporan
•    Monitoring dan  Evaluasi

APA MANFAAT PELATIHAN INI?

  • Meningkatkan keterampilan CSR Officer atau Supervisor CSR dalam merencanakan program CSR yang logis dan sistematis dengan parameter yang layak.
  • Memudahkan CSR Officer dalam melakukan pekerjaan juga memudahkan dalam monitoring dan evaluasi kegiatan.
  • Membantu dalam mengkomunikasikan program pada pihak –pihak internal perusahaan

FASILITATOR
1.    Asep Efendi
Sebagai Direktur Riset dan Pengembangan PT Interdev Prakarsa. Berpengalaman dalam perencanaan, pengorganisasian dan implementasi program pembangunan daya saing daerah. Berkompetensi dalam merancang strategi perencanaan program CSR berbasis rantai nilai dan mobilisasi sumber daya local dengan menggunakan pendekatan Logical Framework Approach (LFA). Beberapa perusahaan yang telah difasilitasi diantaranya Berau Coal-Kalimantan Timur, Kondur P.S.A-Riau, Kaltim Prima Coal-Kalimantan Timur, Indo Tambangraya Megah-Bontang, EMP Kalila Bentu-Riau, EMP Gelam-Jambi, EMP Semberah-Samarinda, ANTAM, Perusahaan Gas Negara. Menjadi fasilitator, pembicara di berbagai even, forum diskusi, seminar dan menulis di media.

2.    Nurdizal M. Rahman
Sebagai Direktur PT Interdev Prakarsa. Berpengalaman dalam kegiatan penelitian, pengembangan usaha kecil, kegiatan pengembangan masyarakat. Berkompetensi menyusun dan merancang strategi CSR melalui pendekatan shared value dan LFA merupakan tool utama dalam menyusun program dan strategi CSR. Nurdizal M. Rachman banyak terlibat dengan mitra Perusahaan dan lembaga yang terkait program dengan LFA sebagai tool perencanaan, baik sebagai fasilitator, instrukutur atau mitra kerja,  diantaranya EMP Kondur PSA-Riau, SwissContact, EMP Gelam-Jambi, EMP Kalila-Riau, EMP Semberah-Samarinda, Indi Tambangraya Megah-Kalimantan Timur, ANTAM, Perusahaan Gas Negara. Memimpin Proyek Sistem Informasi Manajemen Perencanaan, Monitoring dan Pengendalian Program berbasis internet sebagai program layanan masyarakat dari Interdev untuk menggunakan LFA lebih efektif dan efisien.

3.    Silverius Oscar Unggul (Onte)
Mahasiswa MM-CSR Universitas Trisakti Jakarta. Penerima penghargaan “Young Globar Entrepreneur of the Year 2006”-Ernest & Young dan Schwab Foundation, “The Winner of Conde Nast Traveller”-Environmental Award 2009

Download brosur

Download Form Pendaftaran