Jurnal CSR Terdapat beberapa pengertian Corporate Social Responsibility (CSR). Tafsiran yang lebih operasional adalah "Upaya sungguh-sungguh dari entitas bisnis untuk menimalkan dampak negatif dan memaksimalkan dampak positif operasinya terhadap seluruh pemangku kepentingan dalam ranah ekonomi, sosial dan lingkungan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (Lingkar study CSR Indonesia)". Entitas bisnis yang dimaksud tentunya perusahaan.
Penafsiran lainya menurut kami adalah "Upaya perusahaan (entitas bisnis) untuk memaksimalkan manfaat kehadirannya sebagai entitas sosial dalam masyarakat, baik saat ini maupun dimasa datang"
Dari penafsiran di atas dapat dimaknai bahwa :
Satu hal yang sering disalah pahami adalah CSR untuk membentuk citra perusahaan. Citra perusahaan memang benar akan lebih baik jika perusahaan melaukan CSR dengan benar, tetapi itu adalah akibat. CSR juga dipahami sebagai upaya untuk mengamankan oprasional perusahaan, sekali lagi itu adalah akibat. Hitungan yang pernah dibuat menunjukkan bahwa biaya untuk membentuk Citra Perusahaan dan atau mengamankan oprasional perusahaan dengan berpura-pura ber CSR ternyata lebih mahal
CSR akan lebih mudah dan murah jika dipahami oleh seluruh individu didalam perusahaan dalam konteks pencapaian visi dan misi perusahaan. Pada internal perusahaan CSR harus dipandang seperti keselamatan kerja. kalau keselamatan kerja diterapkan hanya melalui pengawasan dan penyediaan alat kelelamatan maka tentunya akan lebih mahal.Berbagai unit kerja yang terkait dengan stakeholder berpotensi mendapatkan manfaat untuk performancenya dari kegiatan ber CSR dan tentunya perlu berkontribusi, baik langsung maupun tidak langsung. Pengembangan Masyarakat yang sering diidentikkan dengan CSR (walau tidak tepat) adalah benar tugas pokok unit kerja dibawah departemenCSR. Tetapi berperilaku yang bertanggung jawab dan memberikan manfaat adalah kewajiban semua individu dalam perusahaan.