Berita RIAU POS Sabtu, 21 Juni 2008
PEKANBARU (TP) - Rapat Koordinasi Kelompok Kerja (Pokja) Sagu Merbau dan Pokja Karet Siak yang dilakukan selama tiga hari di Hotel Grand Zuri Pekanbaru, berhasil membuat kesepakatan. Pada acara penutupan, dilakukan penandatangan lembar agenda kerja bersama antara Pokja Karmelasi dengan Pemerintah Kabupaten Siak, dan Pokja Merbau dengan Pemerintah Kabupaten Bengkalis.
Selain menyusun agenda kerja bersama antara Pokja, masyarakat dan pemerintah daerah, Rakor yang berlangsung selama tiga hari ini juga bertujuan melihat kembali hal-hal apa yang telah dicapai maupun yang belum tercapai sejak pembentukan Pokja pada Juli 2007. Termasuk di dalamnya, terjadi perubahan dan penambahan struktur organisasi Pokja Merbau dan Pokja Karmelasi
Direktur Integrated Community Development (Interdev), Nurdizal M Rahman sebagai koordinator acara mengatakan bahwa untuk mencapai tujuan peningkatan ekonomi kerakyatan, masyarakat dan pemerintah perlu menyatukan visi dan program kerja secara bersama. Dikatakannya, rumusan agenda kerja yang dibuat merupakan hasil Rapat Koordinasi Kelompok Kerja yang diselenggarakan Pokja Pangan Olahan Sagu Merbau Riau (Pokja Merbau) dan Pokja Karet Siak (Pokja Karmelasi), di Pekanbaru. Salah satu program kerja yang akan dilakukan adalah menciptakan lingkungan yang kondusif bagi sektor bisnis sehingga dapat bersaing dalam artian yang sebenarnya.
‘’Daerah yang unggul dan berdaya saing merupakan cerminan dari produk dan sektor unggulan daerah bersangkutan,’’ ucapnya saat menyampaikan sambutan pada acara penutupan Rakor Pokja, di Hotel Grand Zuri, Pekanbaru, Kamis (19/6) malam.
Lebih lanjut dipaparkannya, penyusunan program agenda kerja bersama ini didasarkan pada pendekatan klaster industri yang berbasis pada usaha kecil dan menengah. ‘’Pendekatan klaster pada dasarnya berusaha mengoptimalkan kelompok industri spesifik yang dihubungkan oleh mata rantai proses penciptaan nilai tambah, baik melalui hubungan bisnis maupun non bisnis, yang melibatkan seluruh komponen daerah,’’ jelasnya.
Acungkan Jempol
Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Bengkalis, Firmansyah Putra, yang turut hadir pada Rakor Pokja, mengacungkan jempol atas kegigihan masyarakat Kecamatan Merbau memperjuangkan
potensi pangan olahan sagu dalam rangka meningkatkan kesejahteraan ekonomi. ‘’Selama ini, masyarakat berjuang sendiri-sendiri tanpa ada inisiatif yang mempersatukan mereka. Padahal mungkin Kecamatan Merbau merupakan produsen sagu terbesar di Indonesia,’’ katanya.
Oleh karena itu, menurut wakil rakyat dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera tersebut, apa yang dilakukan Pokja saat ini merupakan langkah kerja yang harus didukung semua pihak tanpa terkecuali. ‘’Ini merupakan koordinasi yang baik. Tinggal bagaimana penerapannya di lapangan,’’ tambahnya.
Firman berharap, Pemerintah Kabupaten Bengkalis dapat memberikan perhatian yang baik terhadap langkah yang telah dilakukan Pokja. Jangan sampai, Pemda hanya memberikan perhatian yang seadanya. ‘’Terus terang saya kecewa kalau Pemda hanya mengutus staf biasa dan bukan pengambil kebijakan. Sebab, masalah yang dibahas bisa menjadi masukan berharga untuk peningkatan ekonomi kerakyatan,’’ katanya.(ose/aka)