Berita
Lainnya
Program Pokja Sagu dan Karet yang diinisisasi oleh CSR Kondur Petroleum S.A. diusulkan ke APBD

Program Pokja Sagu dan Karet Diusulkan ke APBD

Riau Pos. Kamis, 19 Juni 2008
PEKANBARU (RP) - Rapat Koordinasi (rakor) Pokja Pangan Olahan Sagu Merbau Riau dan Pokja Karet Melayu Siak (Melasi) oleh berbagai stake holder terkait dalam membuat program kerja, kian mendekati final. Rakor yang dilakukan selama tiga hari di Hotel Grand Zuri Pekanbaru ini akan merumuskan program untuk meningkatkan potensi sagu di Merbau Bengkalis dan karet di Siak.

Lalu bagaimana pihak pemerintah merespon program yang telah dibuat Pokja? dan apakah bisa dimasukkan ke dalam APBD daerah pada tahun 2009? Kepala Bidang Ekonomi Badan Perencana Daerah Kabupaten Bengkalis Huzaini saat ditemui Riau Pos di sela-sela acara menyatakan siap membawa program yang telah dibuat tersebut ke dinas teknis terkait. Namun mengenai kemungkinan dimasukkannya program tersebut ke APBD Bengkalis 2009, ia menyatakan masih ragu karena saat ini proses telah dibahas melalui Musrenbang dan tahapan-tahapan lainnya.

‘’Kalau mau dimasukkan, mungkin ke APBD 2010, tak bisa ke APBD 2009 karena sudah dalam tahap pembahasan. Kecuali jika ada inisiatif DPRD untuk memasukkan program tersebut, kemungkinan itu bisa saja terjadi,’’ ujarnya kepada Riau Pos, Rabu (18/6).

Ditambahkannya, bahwa dengan adanya program Corporated Ssocial Responsibility PT Kondur Petroleum untuk memberdayakan masyarakat sektor usaha sagu patut didukung karena bisa meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat. Kehadiran Pokja Sagu Merbau sendiri, belum diketahui oleh Bupati Bengkalis. Walaupun Pokja telah melakukan kegiatan dan hearing dengan DPRD Bengkalis belum lama ini, serta kegiatan pameran dalam dan luar daerah. Namun pihaknya akan memberitahukan hal tersebut sehingga Bupati dapat mendukung program yang bermanfaat ini.

Lain halnya dengan Pemkab Siak. Kepala Bappeda Siak Jhonny Sarikoen secara tegas mengatakan akan mengakomodir program kerja Pokja Karet Melayu Siak untuk dapat dimasukkan ke dalam APBD Siak 2009 sebelum ditandatanganinya DPRD. Menurutnya, sekarang hanya tinggal masalah menunggu waktu dan program prioritas yang ada.

‘’Kita sangat berkomitmen meningkatkan ekonomi kerakyatan. Terutama masalah karet ini, dimana ada program replanting karet-karet yang saat ini sudah tua. Kita dukung program CSR Kondur ini dan akan memberi tambahan bantuan melalui APBD. Tapi kita sarankan juga agar perusahaan membantu juga daerah yang belum tersentuh APBD,’’ tuturnya.

Sementara itu Sekjen Pokja Sagu Merbau, Fauzi, mengatakan bahwa mereka tak ingin Merbau seperti Dabo Singkep. Dimana ketika sumber daya alam habis maka masyarakat akan menderita. Untuk itu, Pokja akan membuat sagu menjadi pangan alternatif selain nasi dan dapat meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat.

‘’Pokja ingin merangkul semua pihak mulai dari pemda, DPRD, pengusaha dan pelaku bisnis untuk membuat program untuk peningkatan ekonomi kerakyatan ini. Kami harapkan kolaborasi dari Pemkab Bengkalis hingga dapat mensupport program yang kami buat dan dalam waktu dekat akan silaturahmi kepada bupati,’’ katanya.

Dalam kesempatan yang sama Sekjen Pokja Karmelasi , Iskandar mengatakan bahwa ia berterimakasih atas dukungan yang diberikan Pemkab Siak. Mereka telah membuat program peremajaan karet dan mengusulkan ke pemda. Saat ini tinggal tindaklanjut dari DPRD. Menurutnya saat ini pohon karet di Siak sudah tua-tua karena merupakan peninggalan turun-temurun.(ose)


Nama
Email
Komentar
Security Code