Berita
Lainnya
Worskhop penafsiran hasil pemetaan sosial ekonomi untuk pengembangan program CSR Angkatan 1

Interdev, Bandung 6 Nopember 2008

Pada tanggal 4-6 Nopember 2008, Interdev mengadakan Workshop  Aplikatif penggunaan hasil pemetaan sosial ekonomi dalam pengembangan program CSR.  Workshop ini dilakukan di Hotel Grand Serella Bandung, diikuti oleh 20 peserta dari 11 perusahaan, yakni:

  1. Argo Cahyono/EMP Kalila Bentu
  2. Sutartianti/Telkom 
  3. Ir. Wijayono Sarosa Msc./Kaltim Prima Coal KPC
  4. Anita Setiorini/Santos (Sampang) PTY.LTP
  5. Feyzul Athir, S.Kom/Start Energi
  6. Husen Abdullah Nurdin/PT. Weda Bay Nickel
  7. Hadirin Azhar/PT Jorong Barutama Greston
  8. Ir. Mukti Iwan Riawadi/PT. Arutmin
  9. Rudi Safari Arifin/EMP Bentu Korenci Baru
  10. Oliver Beligon/PT. Weda Bay Nickel
  11. Luluk Wahyudi/PT Telkom CD Area 3
  12. Nur Zamsari/PT. Weda Bay Nickel
  13. Budiarsih Caromalela/Tekom CDC
  14. Yanin Kholison/Premier Oil Indonesia
  15. Ir. Pramono Triwahyudi/kaltim Prima Coal-KPC
  16. Abu Hanafiah/Premier Oil Indonesia
  17. H. Rachman Rachim, SH/PT. Timah Persero
  18. Roustam Efendy/EMP Bentu Korenci Baru
  19. Hamim Tohari/Santos (Sampang) PTY.LTP
  20. Hendry Sulistiono S, MH/ Energi Megah Persada

 

Angkatan kedua

Pemetaan sosial adalah proses awal yang telah dikenal baik oleh para praktisi CSR di Indonesia dalam memulai program CSR, Permasalahan yang sering dihadapi adalah bagaimana mengoptimalkan hasil pemetaan tersebut untuk kepentingan pengembangan program community involvement and development yang efektif dan efesiean membangun masyarakat dan memberikan benefit bagi perusahaan.

Community involvement and development salah satu fokus CSR adalah adalah salah satu aktifitas CSR  perusahaan dalam upaya menjaga eksistensinya perkembangan masa depan, walau beberapa kepentingan jangka pendek tentunya perlu dimasukan seperti , Izin sosial untuk beroperasi (lisence to operate), keamanan, dukungan legalitas dari pemerintah dan pencitraan perusahaan. Tetapi jika perusahaan hanya terfokus pada kepentingan jangka pendek, seringkali program yang dirancang tidak bisa efektif, hanya sekedar memadamkan kebakaran saja, bahkan lebih mahal.

Pengembangan program community involvement and development sebagai salah satu core issu  CSR perlu pendekatan yang lebih berorientasi pada membangun modal sosial untuk peningkatan produktivitas masyarakat. Wahana untuk membangun modal sosial tersebut adalah kolaborasi pengembangan sosial ekonomi lokal. Pendekatan tersebut untuk membangun rasa saling percaya, jaringan sosial dan kerja sama dengan masyarakat (menciptakan hubungan yang saling menguntungkan antara perusahaan dengan stakeholder lokal). Dengan pemupukan modal sosial membuka peluang mobilisasi sumberdaya lebih luas untuk perbaikan kesejahteraan masyarakat (peningkatan ekonomi, akses masyarakat pada layanan pendidikan dan kesehatan), salah satu keuntungan yang bisa dipetik dengan membangun kepercayaan dan jaringan sosial adalah didapatkan dan terlihara license to operate perusahaan dari stakeholder.

Dengan latar belakang di atas Interev berinisiatif melakukan Workshop Aplikatif penggunaan hasil pemetaan sosial ekonomi dalam pengembangan program community involvement and development, Wokshop ini bertujuan untuk berbgai pengalaman dan pengetahuan dalam pengembangan program yang dirancang berdasarkan peta sosial ekonomi masyarakat yang legitimate (diakui oleh stakeholder), kepentingan stakeholder dan kepentingan serta visi misi perusahaan.

Pada Workhsop tersebut dilakukan simulasi penafsiran hasil pemetaan sosial ekonomi dengan mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pengembangan sosial ekonomi masyarakat, dan mengarah pemetaan isu-isu kepentingan stakehoder. Dari pemetaan tersebut tergali faktor penentu keberhasilan pengembangan sosial ekonomi yang menuntun semua pihak pada kesepakatan isu-isu utama perbaikan, dan menjadi dasar bagi perusahaan dalam membuat strategi CSR dan manjadi penuntun bagi stakeholder dalam membuat agenda pengembangan sosial ekonomi secara bersama-sama. Pada gilirannya pemetaan tersebut menjadi acuan dalam Penyusunan strategi CSR perusahaan yang mendukung visi dan misi perusahaan, dimana setiap unit kerja harus mendapatkan benefit dari CSR sekaligus bisa berkontribusi.



Nama
Email
Komentar
Security Code