Berita
Others
Inspirasi - Teropong CSR

Terletak di Pulau Padang, Meranti, Bengkalis, Riau, Kondur adalah ikon satu-satunya perusahaan minyak bumi di Pulau Padang. Karena itu, perusahaan asal Panama dan kini dikelola anak perusahaan Bakrie Group, menjadi sandaran utama ekonomi masyarakat masyarakat di sekitarnya.
Tentu saja, sebagai perusahaan minyak bumi, manajemen Kondur percaya pada suatu saat sumber daya alam akan habis dan mereka harus hengkang dari wilayah tersebut. Luar biasanya, manajemen Kondur ternyata memiliki jiwa dan pemikiran mulia, tetap memikirkan ekonomi lokal masyarakat yang akan terganggu jika suatu saat mereka meninggalkan Pulau Padang.
Apa yang mereka lakukan? Kondur sejak dini telah sadar, bahwa mereka harus menghilangkan ketergantungan ekonomi masyarakat terhadap keberadaan Kondur. Pada awalnya, Kondur merancang strategi merubah pola dasar pendekatan community development (Comdev), dari pembangunan masyarakat menuju optimalisasi sumber daya alam (SDA) setempat.
Kali pertama, Kondur melakukan pemetaan wilayah masyarakat dan SDA yang tersedia. Maka disepakati wilayah sasaran pengembangan di Kecamatan Merbau, Kabupeten Bengkalis, serta wilayah Kecamatan Sungai Apit di Kabupaten Siak. Sebab di wilayah tersebut, terdapat potensi SDA sektor pertanian, yaitu tanaman pangan, holtikultura. Kemudian potensi perikanan, peternakan, perkebunan, pertambangan, dan pariwisata.
Langkah kedua, Kondur  membentuk sebuah kelompok kerja pengembangan sosial ekonomi (Pokja) untuk merealisasikan rencana mereka. Pokja diposisikan sebagai mitra perusahaan yang bertugas mengawal stakeholder untuk menyesuaikan diri dengan perubahan. Dari sana, Kondur melakukan tahapan-tahapan melibatkan stakeholders sebagai bagian dari program yang dijalankan.
Pelibatan stakeholder? Ya Kondur meyakini cara tersebut ampuh untuk mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat. Stakeholder dilibatkan secara partisipatif dan kolaboratif mulai dari tahap assessment, perencanaan, implementasi, monitoring dan evaluasi. Hasilnya, terbentuk rasa saling percaya dan jalinan kerja sama antara stakeholder dengan Kondur. Sehingga memunculkan rasa memiliki di antara kedua belah pihak.
Pada perjalanannya, Pokja menghasilkan beberapa program kegiatan yang sangat menunjang perekonomian lokal masyarakat. Muncullah kemudian sebuah produk unggulan berbasis SDA yang ada yaitu tanaman sagu. Produknya yaitu pembuatan cendol kering, mendirikan unit usaha kilang sagu rakyat dan mi sagu. Kemudian, mendirikan koperasi dan Lembaga Keswadayan Masyarakat (LKM).
Hasilnya, program sosial Kondur ini mendapat apresiasi sangat tinggi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis, dengan menjadikan Merbau sebagai sentra sagu Riau. Serta mengakui secara formal keberadaan Pokja sebagai lembaga sosial.  Ujungnya media pun turut serta mengangkat nama Kondur dan masyarakat setempat, tercatat dalam kurun 2008-2009 ada 19 pemberitaan tentang Pokja.
Selain itu, kelahiran Pokja ini juga memicu kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan  serta  kesehatan ibu dan anak. Maka berdirilah sekolah yang telah dilengkapi sarana dan prasarana yang lengkap, sehingga memicu kenaikan angka siswa di wilayah setempat



Name
Email
Comment
Security Code